新闻是有分量的

Memahami kontes kecantikan yang penuh kontroversi

2017年10月17日下午5:57发布
2017年10月20日下午5:51更新

雅加达,印度尼西亚 - Pageant atau yang dalam bahasa印度尼西亚lebih dikenal dengan sebutan kontes kecantikan identik dengan perempuan cantik bermahkota dan selempang dengan lambaian tangan yang khas。 Menilai para perempuan dari penampilannya,kontes kecantikan sering mendapatkan anggapan negatif dan kecaman,hingga menimbulkan kontroversi。

Cikal bakal 选美比赛 sudah dimulai sejak jaman Yunani Kuno,namun mencatat bahwa kontes kecantikan现代pertama kali diadakan di sebuah kota kecil di Belgia bernama Spa pada tahun 1888。

Pada saat itu sebuah koran lokal mengumumkan sebuah pemilihan bertajuk“perempuan paling cantik di dunia”dan masyarakat diminta untuk mengirimkan foto mereka dengan tambahan profil singkat。 Dari kompetisi tersebut terpilihlah Marthe Soucaret,bisa dikatakan sebagai ratu kecantikan pertama di dunia,yang mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 5,000 franc serta kesempatan untuk tampil di sampul majalah Prancis L'Illustration

Sejak itu kehidupan sebagai ratu kecantikan memiliki daya tarik tersendiri。 Berselang 23 tahun kemudian,tepatnya pada tahun 1921,barulah dibuat sebuah kontes kecantikan bernama Miss America dengan tujuan menarik turis di Atlantic City。

AKTRIS BOLLYWOOD。 1994年世界小姐Aishwarya Rai dari印度,salah satu lulusan'选美'yang sukses meniti karier di dunia seni peran。 Foto oleh Walter Dhladhla /法新社

AKTRIS BOLLYWOOD。 1994年世界小姐Aishwarya Rai dari印度,salah satu lulusan'选美'yang sukses meniti karier di dunia seni peran。 Foto oleh Walter Dhladhla /法新社

Kontes kecantikan internasional pertama baru muncul 30 tahun kemudian。 Pada tahun 1951 lahir di Inggris,di bawah asuhan seorang pembawa acara sekaligus pebisnis Eric Morley。 Sebenarnya pada saat itu Morley hanya mengoordinir sebuah sesi bernama Festival Bikini Conte sebagai salah satu rangkaian acara di Britain of Britain Namun karena kesuksesan acara tersebut,媒体双关语menyebut kontes itu sebagai 世界小姐 Akhirnya Morley memutuskan untuk menjadikan kompetisi ini secara tahunan。

Setahun kemudian,pada 1952,Amerika Serikat pun mulai memproduksi 美国 小姐 dan Miss Universe yang hingga kini menjadi salah satu kontes kecantikan terbesar di dunia。

Sejarah选美迪印度尼西亚

Kontes kecantikan di Indonesia belum setua kontes-kontes kecantikan dunia。 Kontes kecantikan pertama dan bisa bilang yang terbesar hingga saat ini adalah Puteri Indonesia Kontes tersebut baru muncul pada tahun 1992 yang dihelat oleh Yayasan Puteri Indonesia bersama korporasi kecantikan Mustika Ratu。

Meskipun begitu,sebenarnya Indonesia sudah pernah mengirimkan wakil ke ajang Miss Universe sejak tahun 1974. Pada saat itu dikirim ke Miss Universe di Filipina dengan dukungan oleh pemilik salon kecantikan Andi's Beauty ,Andi Nurhayati。 Bahkan pada saat itu perempuan asal Jawa Barat tersebut tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah。

Sejak itu Indonesia kerap ,meskipun tidak setiap tahun。 Namun sejak 1984印度尼西亚tidak pernah lagi mengirimkan peserta di kontes tersebut。

Saat kemunculan Puteri Indonesia di tahun 1992 akhirnya Indonesia mulai bersiap kembali mengirimkan wakil。 Tahun 1994 Venna Melinda dikirim ke Miss Universe sebagai pengamat。 Satu tahun berikutnya,Puteri Indonesia 1995 Susanty Manuhutu dikirim ke Miss Universe ,begitu pula Alya Rohali di tahun berikutnya。

MEWAKILI印度尼西亚。 Alya Rohali,Artika Sari Devi,dan Nadine Chandrawinata adalah tiga dari banyak perempuan yang pernah dinobatkan sebagai Puteri Indonesia dan mewakili Indonesia ke ajang Miss Universe。 Foto dari puteri-indonesia.com dan indonesianpageants.com

MEWAKILI印度尼西亚。 Alya Rohali,Artika Sari Devi,dan Nadine Chandrawinata adalah tiga dari banyak perempuan yang pernah dinobatkan sebagai Puteri Indonesia dan mewakili Indonesia ke ajang Miss Universe。 Foto dari puteri-indonesia.com dan indonesianpageants.com

Namun karena banyaknya pro-kontra,termasuk dari Ibu Negara Tien Soeharto pada saat itu,akhirnya Indonesia kembali vakum dari Miss Universe

Baru pasca reformasi,tepatnya tahun 2004,Yayasan Puteri Indonesia kembali mengirimkan perwakilannya。 Puteri Indonesia 2004 Artika Sari Devi terbang ke泰国sebagai peserta Miss Universe dan berhasil membuat nama Indonesia disebut sebagai Top 15. Sampai sekarang Indonesia rutin ke Miss Universe

Sementara untuk ajang 世界小姐 ,印度尼西亚sempat mengirimkan wakilnya pada tahun 1982 dan 1983 meskipun lewat penunjukan langsung。 Baru setelah stasiun televisi RCTI mulai menyelenggarakan kontes Miss Indonesia sejak 2005,Indonesia terus mengirimkan wakil setiap tahunnya。

Tak hanya para perempuan,di Indonesia juga mulai banyak bermunculan pageant untuk pria atau yang biasa disebut sebagai male tourant meskipun belum mendapatkan perhatian sebagai kontes-kontes kecantikan。 Berbeda dari 身体比赛 yang hanya menilai penampilan fisik(biasanya kontes 健美丹semacamnya), 男性选美 juga menilai kepribadian seseorang。

PEMENANG。 Momen saat Abdul Qowi Bastian(tengah)mengangkat piala sebagai Manhunt Indonesia 2017. Foto dari Facebook Abdul Qowi Bastian

PEMENANG。 Momen saat Abdul Qowi Bastian(tengah)mengangkat piala sebagai Manhunt Indonesia 2017. Foto dari Facebook Abdul Qowi Bastian

Tahun ini,salah satu 男性盛会 yang diadakan adalah Manhunt Indonesia 2017 yang akan mengirim juaranya untuk mewakili Indonesia di ajang Manhunt International ,yang ,dosen sekaligus jurnalis Rappler Indonesia。

Alasan mengikuti kontes kecantikan

Setiap individu memiliki alasan tersendiri mengikuti kontes kecantikan。 Puteri Indonesia 2016 Kezia Warouw mengaku telah 。 Hal serupa juga diungkapkan 。

“Waktu zamannya Qory Sandioriva(Puteri Indonesia 2009)aku nonton Puteri Indonesia di TV dan lalu bilang,'Suatu saat aku harus ada di panggung itu。' Dulu anak kecil bilang begitu,umur 12 tahun,“ujar perwakilan Indonesia di ajang Miss Grand International 2017 tersebut。

DEBUNAKEN。 (Kanan ke kiri)Puteri Indonesia Pariwisata 2017 Karina Nadila,Puteri Indonesia 2017 Bunga Jelitha,Puteri Indonesia Lingkungan 2017 Kevin Lilliana,dan Puteri Indonesia Perdamaian 2017 Dea Rizkita。 Foto dari Facebook Puteri Indonesia

DEBUNAKEN。 (Kanan ke kiri)Puteri Indonesia Pariwisata 2017 Karina Nadila,Puteri Indonesia 2017 Bunga Jelitha,Puteri Indonesia Lingkungan 2017 Kevin Lilliana,dan Puteri Indonesia Perdamaian 2017 Dea Rizkita。 Foto dari Facebook Puteri Indonesia

Tak hanya Kezia dan Dea,Puteri Indonesia Pariwisata 2017 Karina Nadila juga telah berkeinginan menjadi beauty queen sejak kecil karena dikenalkan ibunya。 Sang ibu tidak sengaja menceritakan kisah inspiratif dari salah satu ratu kecantikan yang kemudian memunculkan keinginan Karina untuk terjun ke dunia pageant

“Saya berpikir,jadi kalau misalnya jadi beauty queen itu omongannya harus kelihatannya cerdas ya,kelihatannya bijak ya。 Kayaknya dia punya power yang banyak ya untuk mempengaruhi banyak orang untuk membagikan aura positif terus。 Dari situlah saya pengin banget jadi beauty queen,“ kata perempuan yang biasa disapa Nina ini。

MISS INTERNATIONAL 2017. Bisa mewakili Indonesia di ajang internasional menjadi salah satu motivasi Kevin Lilliana saat mengikuti'Pemilihan Puteri Indonesia'。 Foto oleh Sakinah Ummu Haniy / Rappler

MISS INTERNATIONAL 2017. Bisa mewakili Indonesia di ajang internasional menjadi salah satu motivasi Kevin Lilliana saat mengikuti'Pemilihan Puteri Indonesia'。 Foto oleh Sakinah Ummu Haniy / Rappler

Lilliana juga mengemukakan hal yang serupa。 Ia tertarik mengikuti Puteri Indonesia sejak tahun 2013 dan kemudian mulai banyak mendapatkan dukungan sejak ia mulai mengikuti Duta Wisata di daerahnya。 Ia pun menjadi semakin tertarik karena melihat aktivitas para Puteri di media sosial serta kesempatan untuk mewakili Indonesia di kontes internasional。

“Pas 2014-2015 sosmed lebih aktif,di situ lebih senang juga lihat aktivitas mereka,dan mereka juga pergi ke tingkat internasional,”ujar Finalis Puteri Indonesia 2017 perwakilan dari Jawa Barat tersebut。

Lain halnya dengan Kezia,Dea,Nina dan Kevin, tidak pernah terpikir untuk menjadi ratu kecantikan hingga menginjak usia 25 tahun。 Bunga telah meniti karier sebagai model sejak usia 13 tahun,namun saat berada di seperempat abad,ia mulai berpikir untuk keluar dari zona nyamannya。 Tak hanya itu,wakil Indonesia di ajang 环球小姐2017 ini juga mendapatkan dukungan yang besar dari para pecinta 选美 Tanah Air。

“Euforia 选美爱好者 di indonesia untuk mendukung saya itu sangat luar biasa。 Jadi saya tertarik untuk mengikuti 选美比赛 Dan saya tipe orang yang suka dengan sesuatu yang baru dan saya ingin keluar dari zona nyaman saya,“tutur Bunga。

2017年印度尼西亚小姐.Achintya Nilsen dinobatkan sebagai印度尼西亚小姐2017. Foto dari Instagram / missindonesia

2017年印度尼西亚小姐.Achintya Nilsen dinobatkan sebagai印度尼西亚小姐2017. Foto dari Instagram / missindonesia

Serupa dengan Bunga, juga pada awalnya tidak tertarik untuk berkiprah di dunia 选美 Namun ketika mencari tahu lebih dalam tentang Miss Indonesia dan advokasi sosial yang menjadi salah satu bagian utamanya,perempuan kelahiran Bali,1 Januari 1999 ini pun menjadi bersemangat dan akhirnya mendaftarkan diri di ajang Miss Indonesia 2017

“Setelah cari tahu lebih dalam ternyata di Miss Indonesia ke Miss World itu ada keaatan sosialnya dan saya memang dari kecil suka bantu-bantu,suka sosial,jadi dari situ saya berpikir kenapa enggak ikut,mungkin bisa membantu lebih banyak orang lagi,”katanya。

Keinginan untuk membantu orang lain juga menjadi latar belakang Manhunt Indonesia 2017 Abdul Qowi Bastian saat mengikuti kontes tersebut。 Ia memutuskan untuk mengikuti Manhunt Indonesia karena misinya untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat。

“Di sini dinilai tentang bagaimana sih kita bisa membawa diri,dan juga menyambungkan pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh organisasi yang menaungi Manhunt Indonesia kepada masyarakat yang ingin mencoba membuat dirinya menjadi lebih sehat,”ujar pria yang biasa disapa Qowi tersebut。

Alasan-alasan di atas sepertinya diamini oleh pernyataan dari pengamat 选美 sekaligus pendiri situs Mukie Dardjati Muza。 Ia mengungkapkan bahwa pada intinya kontes kecantikan dianggap sebagai ajang aktualisasi diri dan mencari pengalaman。

Memang tidak bisa dipungkiri juga bahwa kontes semacam ini memang sering kali menjadi batu loncatan serta persiapan bagi seseorang untuk masuk ke dunia hiburan。

“Sekarang kan kita lihat,walaupun baru menang,sudah langsung punya haters,sudah punya fanbase ,nah dari situ kan mereka belajar bagaimana untuk berkomunikasi dengan banyak orang,”ujarnya beberapa waktu lalu。

Tak hanya itu,banyak kontestan yang memiliki ketertarikan selain dunia hiburan yang mendapatkan kesempatan lebih berkat menjadi ratu kecantikan。 Sebagai contoh,jika seorang mahasiswi kedokteran mengikuti Puteri Indonesia ,bisa jadi setelah itu kesempatannya untuk menjadi dokter kecantikan semakin terbuka。 Atau jika seseorang yang menyukai olahraga mengikuti 选美 ,ia bisa menjadi 私人教练 atau seorang aktivis yang mengajak masyarakat untuk bergaya hidup sehat。

“Tidak menutup kemungkinan sesuai dengan bakat dan minat,”kata Mukie。

Tak hanya penilaian fisik

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap tahunnya kompetisi di kontes-kontes kecantikan semakin ketat。 Semakin banyak kontestan berkualitas yang membuat para juri semakin kesulitan menentukan pemenang。 Mukie menuturkan bahwa tingginya persyaratan yang ditetapkan untuk para kontestan(apalagi pemenang)dipengaruhi dengan adanya keikutsertaan Indonesia di ajang pageant internasional。 Jika sebelumnya cantik dan pintar saja cukup,kini lebih banyak kriteria yang perlu dipenuhi seseorang untuk berhasil menyabet gelar juara。

“Harus dilihat kesehatan kulitnya seperti apa,bagaimana tampilan giginya atau matanya atau bentuk tubuhnya。 Karena biar gimana pun sebisa mungkin kan harus merepresentasikan indonesia,“ujar Mukie。

Hal ini diperlukan karena para juara yang terpilih harus siap untuk dikirim mewakili Indonesia setelah masa persiapan yang singkat。 Oleh karena itu,sebelum mendaftar sebagai kontestan pun para calon ratu kecantikan juga mempersiapkan diri dengan keras。

Dea Rizkita bercerita bahwa ia telah merencanakan untuk mendaftarkan diri ke ajang Puteri Indonesia selama lima tahun。 Sebelumnya,ia terlebih dahulu mengikuti pemilihan Duta Wisata di daerahnya lalu mencoba mengikuti pemilihan Wajah Femina 2016。

“Setelah merasa bekal dan senjatanya cukup baru memutuskan untuk daftar Puteri Indonesia ,”katanya。

Karina Nadila juga mempersiapkan diri dengan keras sebelum akhirnya mendaftarkan diri di Pemilihan Puteri Indonesia 2017 lalu。 Ia bahkan sempat mengikuti pelatihan khusus para calon beauty queen queen bernama Artikawhulandary Beauty Camp,dibawah naungan para Puteri Indonesia terdahulu Artika Sari Devi dan Whulandary Herman。

PERSIAPAN MATANG。 Karina Nadila mengikuti Artika Whulandary Beauty Camp pada 2016 sebelum akhirnya mendaftarkan diri menjadi kontestan dalam'Pemilihan Puteri Indonesia 2017'。 Foto dari Facebook Artikawhulandary Beauty Camp

PERSIAPAN MATANG。 Karina Nadila mengikuti Artika Whulandary Beauty Camp pada 2016 sebelum akhirnya mendaftarkan diri menjadi kontestan dalam'Pemilihan Puteri Indonesia 2017'。 Foto dari Facebook Artikawhulandary Beauty Camp

“Dari situ akhirnya saya banyak dapat informasi tentang'medan perang'yang sesungguhnya karena mereka sendiri orang yang sudah berkecimpung langsung kan。 Jadi mereka berbagai pengalaman,berbagi ilmu juga,“ujar Nina。

Dengan begitu banyak persyaratan yang harus dipenuhi dan para kontestan yang sama-sama kerja keras untuk mempersiapkan diri sebelum kompetisi,tentu menjadi sulit untuk menentukan pemenang。 Tetapi menurut pengamatan Mukie dari yang juga merupakan juri dalam kontes Manhunt Indonesia 2017 ,ada satu kunci yang selalu dimiliki oleh setiap juara。

“Bisa dibilang,hampir semuanya 99%adalah 谦虚 ,”katanya。

Selama meliput karantina berbagai kontes kecantikan dan 男性选美 di Indonesia sejak tahun 2004,Mukie dan tim terkadang bisa merasakan aura pemenang saat berbicara dengan mereka。 Menurut Mukie tugas utama dari seorang ratu kecantikan adalah menginspirasi,oleh karena itu sifat rendah hati menjadi sangat penting。

“Harus bisa bikin orang nyaman untuk dengerin kita。 Itu sih kualitas utama yang harus dimiliki。“

Setelah menang, 下一步是什么?

Bagi para pemenang,menjadi beauty queen memiliki manfaat tersendiri。 Bukan hanya menjadi lebih dikenal dan mendapatkan lebih banyak pekerjaan,tetapi juga dalam hal aktualisasi diri。 Bunga Jelitha mengungkapkan hal tersebut dalam 。

“Banyak sekali pelajaran yg masuk untuk saya,banyak sekali orang-orang yg menginspirasi dan saya belajar banyak dari 选美比赛 ,”tutur Bunga。

Sementara Dea Rizkita merasakan perubahan positif dalam dirinya sejak bertugas sebagai Puteri Indonesia Perdamaian 2017. Tak hanya bisa bertemu banyak orang-orang baru,tetapi ia juga menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab。

LEBIH MANDIRI。 Dea Rizkita mengaku jadi pribadi yang lebih mandiri setelah mengikuti'Puteri Indonesia'。 Foto oleh Sakinah Ummu Haniy / Rappler

LEBIH MANDIRI。 Dea Rizkita mengaku jadi pribadi yang lebih mandiri setelah mengikuti'Puteri Indonesia'。 Foto oleh Sakinah Ummu Haniy / Rappler

“Saya bisa jauh lebih mandiri karena saya tinggal di jakarta sendiri,orang tua dan semua keluarga ada di Semarang,dan ini pertama kalinya hidup jauh dari orang tua,”katanya。

Kevin juga merasakan banyak manfaat yang didapatkan berkat gelarnya sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2017。

“Jadi punya relasi yg lebih banyak,kita bisa dengan mudah ketemu orang,dan apa-apa banyak yg bantu,karena sekarang kita lebih banyak dikenal orang,orang mau bantuin kita,saling memberi impact satu sama lain,”katanya。

Apalagi dengan adanya media sosial,menurut Kevin,dengan titel Puteri Indonesia Lingkungan ia dapat membantu mengajak generasi muda untuk lebih mencintai lingkungan。

Manfaat ini serupa dengan motivasi Miss Indonesia 2017 Achintya Nilsen yang mengikuti kontes kecantikan karena ingin bisa membantu lebih banyak orang。 Apalagi kontes Miss Indonesia dan Miss World yang akan diikutinya memiliki salah satu sesi khusus kegiatan sosial yang bernama Beauty with a Purpose

“Dari kecantikan itu mereka bisa membantu orang banyak,bisa berdampak ke lebih banyak orang lagi,”ujar perempuan yang biasa disapa Tya ini。

Dunia 选美 memang bisa menjadi pembuka jalan bagi seseorang untuk lebih dikenal dan lebih didengar oleh masyarakat luas dan ini berlaku untuk berbagai bidang。 Yang terpenting adalah,para pemenang kontes ini berupaya untuk menginspirasi orang lain dalam kegiatan positif。

“Menjadi seorang pelaku 选美 tugas utamanya adalah untuk menginspirasi。 Jadi di mana pun,apapun yang kita suka,jadikan itu diseriusin Jadi itu pasti akan menginspirasi orang-orang yang akan berlaku positif,“kata Mukie dari

Dengan kata lain,dunia pageant memang dapat menjadi batu loncatan bagi seseorang yang ingin mengembangkan dirinya dan ingin bisa menginspirasi orang lain。

KARYA BANGSA。 Natasha Mannuela mengenakan busana karya desainer muda Indonesia Maria Ruth Fernanda di atas panggung'Miss World 2016'saat namanya disebutkan sebagai juara ketiga。 Foto oleh Zach Gibson /法新社

KARYA BANGSA。 Natasha Mannuela mengenakan busana karya desainer muda Indonesia Maria Ruth Fernanda di atas panggung'Miss World 2016'saat namanya disebutkan sebagai juara ketiga。 Foto oleh Zach Gibson /法新社

Tak hanya pengembangan individu,dengan berkembangnya pageant bisa juga mendorong pertumbuhan ekonomi,khususnya di industri kreatif。 Saat ini sudah mulai banyak para pelaku industri kreatif seperti 时装设计师 ,desainer asesoris,hingga para 化妆师 yang ikut serta mengembangkan dunia 选美 Perusahaan yang menjadi赞助商kontes kecantikan juga semakin beragam,mulai dari korporasi 化妆 ,klinik kecantikan,hingga pusat kebugaran。

“Dengan berkembangnya媒体sosial,bisa diperkenalkan itu siapa组成,atau 配饰由 siapa,'Oh ternyata Indonesia bagus ya fashion -nya',”ujar Mukie menjelaskan。

Hambatan terbesar adalah pola pikir

KAPITALISASI PEREMPUAN。 Demonstrasi besar-besaran terjadi saat kontes'Miss World'diadakan di Indonesia pada 2013 lalu。 Foto oleh Adek Berry /法新社

KAPITALISASI PEREMPUAN。 Demonstrasi besar-besaran terjadi saat kontes'Miss World'diadakan di Indonesia pada 2013 lalu。 Foto oleh Adek Berry /法新社

Meskipun memiliki berbagai sisi positif,tak bisa dipungkiri bahwa masih banyak komentar negatif yang menyelimuti dunia 选美 Yang utama adalah permasalahan bahwa kontes kecantikan selalu mengutamakan faktor fisik dan sering kali mengobjektivikasi perempuan(atau laki-laki),terutama karena keharusan mengenakan pakaian renang di berbagai kontes kecantikan internasional。

Adanya pola pikir seperti itu dilihat Mukie sebagai hambatan terbesar yang dihadapi dunia pageant di Indonesia。 Padahal banyak sekali hal positif yang bisa diambil。

“Enggak perlu lah kita fokus kepada bikininya。 Karena seorang pemenang itu banyak hal positif yang bisa dilihat,“katanya。

Menurut Abdul Qowi Bastian,pendapat negatif tersebut datang dari seseorang yang belum paham tentang dunia pageant dan hanya melihat dari luar saja。

“Orang mungkin mengenal 选美 hanya dari luarnya,hanya menampilkan fisik saja。 Tapi sebenarnya enggak lho,enggak seperti itu。 Mereka belum mengenal kita secara pribadi,“ujar Qowi。

Sedangkan menurut Karina Nadila,menjadi beauty queen di di Indonesia memang seolah-olah“melangkah mundur”karena dianggap mengumbar aurat dan menimbulkan kontroversi。 Namun seharusnya masyarakat bisa melihat lebih luas manfaat dari keikutsertaan para perempuan Indonesia di kontes-kontes kecantikan internasional tersebut。

YPI。 Anggota FPI memasang papan bertuliskan“Yayasan Paha Indonesia”di depan kantor Yayasan Puteri Indonesia saat Artika Sari Devi menjadi peserta'Unite Universe 2005'。 Foto oleh Adek Berry /法新社

YPI。 Anggota FPI memasang papan bertuliskan“Yayasan Paha Indonesia”di depan kantor Yayasan Puteri Indonesia saat Artika Sari Devi menjadi peserta'Unite Universe 2005'。 Foto oleh Adek Berry /法新社

“Kalau Indonesia menang semua orang tahu。 Dunia ini tahu。 Nama Indonesia akan jadi lebih di kenal,orang akan bertanya apa yang bagus di Indonesia,“kata Nina。

Di samping berbagai manfaat yang diberikan baik secara individu maupun dalam industri kreatif,kontroversi terhadap kontes kecantikan akan selalu ada。 Masyarakat yang menilai bahwa 选美 hanya mementingkan fisik tidak bisa dibilang salah sepenuhnya karena memang kecantikan(atau ketampanan)adalah salah satu poin penilaian,selain tentunya kecerdasan,personaliti,serta nilai yang dimiliki。

Meskipun terus mendapatkan komentar negatif dan kecaman,nyatanya hingga sekarang kontes-kontes kecantikan masih eksis dan semakin berkembang。 Banyak orang yang tertarik mengikuti 选美 karena banyak dari mereka yang sukses di dunia hiburan setelah mendapatkan gelar ratu kecantikan。 Beberapa di antaranya adalah Venna Melinda(Puteri Indonesia 1994),Alya Rohali(Puteri Indonesia 1996),Melanie Putria(Puteri Indonesia 2002),Artika Sari Devi(Puteri Indonesia 2004),serta Nadine Chandrawinata(Puteri Indonesia 2005)。

Hal ini menunjukkan seolah-olah para pelaku dunia 选美 seperti mengamini prinsip yang disampaikan Manhunt Indonesia 2017 Abdul Qowi Bastian di akhir wawancara。

“Fokus saja kepada apa yang ingin kita capai,”katanya。 -Rappler.com