新闻是有分量的

Kapolda地铁Jaya dirotasi jadi asisten Kapolri

2017年7月20日下午9:21发布
2017年7月20日下午9:22更新

ROTASI。 Kapolda Metro Jaya M. Iriawan ditarik ke Mabes Polri dan diangkat sebagai asisten Kapolri bidang operarasional。 Foto oleh Fakhri Hermansyah / ANTARA

ROTASI。 Kapolda Metro Jaya M. Iriawan ditarik ke Mabes Polri dan diangkat sebagai asisten Kapolri bidang operarasional。 Foto oleh Fakhri Hermansyah / ANTARA

雅加达,印度尼西亚(更新) - Mabes Polri kembali merombak beberapa perwira Polri di struktur internalnya pada Kamis,Juli,20。 Dalam Telegram Rahasia(TR)提名者ST / 1768 / VII / 2017 yang diterima Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto ada 51 perwira yang terkena rotasi。

Salah satunya adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan。 Dia ditarik ke Mabes Polri dan diangkat sebagai asisten Kapolri bidang operarasional。 Posisi Iriawan diisi oleh Irjen Idham Azis yang sebelumnya menjabat sebagai Kadiv Propam Polri。

Rotasi ini dilakukan berbarengan dengan peringatan 100 hari penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan。 Tetapi Kadiv Humas Mabes Polri Setyo Wasisto membantah rotasi di Polda Metro Jaya karena terkait kasus penyerangan terhadap Novel yang belum tuntas hingga kini。

“Tidak。 Itu karena kebetulan semata,“kata Setyo ketika dikonfirmasi melalui telepon。

Dia menyebut rotasi ini merupakan sesuatu yang rutin dilakukan di lingkungan Polri。

“Kan kami memang sering mengganti dengan wajah-wajah yang lebih muda agar lebih agresif dalam bekerja,”katanya lagi。

Selain Iriawan,perwira Polri lainnya yang terkena rotasi adalah Irjen Unggung Cahyono yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Kapolri Bidang Operasional,kini didapuk menjadi Asisten Kapolri Bidang Logistik。

Selain itu,Kapolda Papua Barat Brigjen Martuani Sormin mendapat promosi menjadi Kadiv Propam Polri。 Brigjen Rudolf Alberth Rodja dipercaya mengisi kursi Kapolda Papua Barat。

Siap emban tugas baru

Sementara,Iriawan mengaku akan menjalankan amanah yang diembankan kepadanya selama berada di Mabes Polri nanti。 Ia pun merasa rotasinya ini bukan disebabkan karena belum bisa mengungkap beberapa kasus,termasuk dalang dari penyerangan Novel。

Engaak ada apa-apa.Kalau saya pindah ke kadiv,itu baru(ada apa-apa).Tetapi,ini kan tidak,”ujar Iriawan ketika ditemui di Gedung SMESCO pada sore tadi。

Iriawan pun menaruh harapan kepada penggantinya yakni Irjen Idham Azis agar bisa mengungkap kasus yang masih mengganjal selama dia bertugas di Mapolda Metro Jaya,termasuk kasus Novel。

“Nanti,mudah-mudahan kapolda baru bisa mengungkap kasus tersebut,”katanya。 - Rappler.com