新闻是有分量的

Presiden Jokowi:Hati-hati keluarkan peraturan menteri

2017年7月24日下午1:16发布
2017年7月24日下午1:16更新

Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna tentang RAPBN 2018 di Istana Negara,Jakarta,Senin(24/7)。 Foto oleh Puspa Perwitasari / ANTARA

Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna tentang RAPBN 2018 di Istana Negara,Jakarta,Senin(24/7)。 Foto oleh Puspa Perwitasari / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Presiden Joko“Jokowi”Widodo mengingatkan para menterinya untuk berhati-hati dalam mengeluarkan peraturan menteri。 Ia tak ingin peraturan menteri justru menghambat dunia usaha dan investasi。

“Saya minta para menteri,sekali lagi,untuk hati-hati di dalam menerbitkan peraturan menteri.Tolong betul-betul dihitung,sebelum mengeluarkan sesuatu,dikalkulasi,”kata Jokowi saat membuka Sidang Kabinet di Istana Negara,Jakarta,Senin 24 Juli 2017。

Jokowi juga meminta peraturan menteri disosialisasikan terlebih dahulu dan dikomunikasikan dengan masyarakat serta pemangku kepentingan sebelum dikeluarkan。

Selain itu Presiden juga mengingatkan agar peraturan menteri tidak dibuat hanya untuk menambah kewenangan kementerian yang bersangkutan。

Presiden Jokowi menegaskan,yang harus dilakukan para menteri dan kepala lembaga saat ini adalah mempermudah dunia usaha,melakukan ekspansi dan mengembangkan usaha,serta menarik investasi。

“Jangan sampai permen-permen(peraturan menteri)itu justru memberikan ketakutan kepada mereka untuk berinvestasi,untuk mengembangkan usaha,untuk berekspansi,”jelasnya。

Sebaliknya,Presiden Jokowi melanjutkan,peraturan yang dikeluarkan harus mendorong pertumbuhan perekonomian sekaligus membuka lapangan pekerjaan。 “Semua harus ngerti tujuannya kemana,”kata Presiden Jokowi。 -Rappler.com