新闻是有分量的

Ketika prajurit TNI'turun gunung'membantu warga

2017年7月25日下午1:51发布
2017年7月25日下午1:51更新

Foto oleh Fariz Fardanto / Rappler

Foto oleh Fariz Fardanto / Rappler

SEMARANG,印度尼西亚 - Raut wajah Sapari tampak lega saat berada di depan rumahnya,Dukuh Delik RT 03 / RW III,Desa Kalisegoro,Gunungpati,Semarang,Jawa Tengah,Selasa pagi 25 Juli。

Mentari yang muncul malu-malu dari ufuk timur memantapkan niatnya untuk meraih cangkul。 Berbeda dari hari biasanya,kali ini Sapari memilih mengaduk semen di depan beranda rumahnya。

Berulang kali mata cangkul ia benamkan ke dalam adonan semen。 Sesekali ia melemparkan pandangan pada bangunan rumah setengah jadi yang ada di depannya。

“Saya merintis pembuatan rumah ini sejak ayah dan ibu meninggal dunia.Ya sekitar lima tahun terakhir.Kondisinya memang sudah lapuk dan butuh perbaikan total,”katanya saat ditemui Rappler di rumahnya。

Pagi itu,beberapa warga ikut menyingsingkan lengannya untuk membantu Sapari memperbaiki rumahnya yang terbuat dari bilik papan serta tiang bambu。 Sejumlah personel TNI juga ikut membantu。

Sejak kedua orangtuanya meninggal dunia,rumah tersebut hanya ditempati oleh empat saudaranya。 Jika hujan mengguyur,beberapa saudaranya harus menyiapkan baskom untuk menampung air hujan。

“Awalnya rumah ini terbuat dari papan dan tiang bambu.Namun sedikit demi sedikit,saya mengumpulkan uang dari hasil berjualan batang pohon pisang dan beberapa ekor kambing.Sampai bisa dapat uang untuk mencicil biaya perbaikan rumah,”katanya。

Sapari berdiri di depan rumahnya yang masih dalam pembangunan。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

Sapari berdiri di depan rumahnya yang masih dalam pembangunan。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

Ia pun mengucapkan terima kasih terhadap kerelaan TNI yang telah bahu membahu membantu pembangunan rumahnya。 Ia berharap bantuan perbaikan rumah tidak hanya dilakukan sekali saja,tetapi berkelanjutan。

Sebab jumlah rumah rusak di desanya sangat banyak。 Rumah-rumah tersebut tersebar di beberapa titik。 Ia menghitung biaya perbaikan rumahnya mencapai Rp 100 Juta ditambah bantuan dari TNI。

“Yang paling membuat saya bersyukur ketika ada anggota Koramil yang membantu memperbaiki rumah saya.Karena selama ini saya harus bersusah payah membangun rumah seorang diri,”jelasnya。

Sedangkan menurut pihak Kelurahan Kalisegoro,kondisi rumah-rumah warga yang butuh bantuan perbaikan juga tersebar di empat desa lainnya。

Libatkan TNI

Selain Desa Delik,wilayah lainnya yang butuh perhatian masyarakat ialah Desa Ampel Gading。 Di desa ini setidaknya ada 20 rumah yang dapat bantuan dari program Tentara Manunggal Membangun Desa(TMMD)。

Lokasinya berada di empat desa dan saat ini sedang dalam proses perbaikan,“kata Sabar Tri Mulyono,Lurah Kalisegoro。Tak hanya itu saja,para personel Kodim 0733 / BS juga tergerak untuk turun gunung dalam membangun sejumlah infrastruktur yang rusak。

Mereka,antara lain,membuat jalan tembus sepanjang 200米yang menghubungkan Desa Kalisegoro di RT 06 / RW II menuju lingkungan RT 03 / RW III,jambanisasi,pembukaan saluran air yang baru hingga jambanisasi。

Jalan tembus dibuatkan dengan memasang pavingisasi oleh ratusan tentara。 Dengan kondisi tersebut,perekonomian masyarakat dua wilayah itu diperkirakan ke depan jadi meningkat。

“Apalagi kebanyakan warga di sini mengandalkan mata pencaharian petani.Sehingga adanya jalan tembus memudahkan akses jalan bagi mereka,”lanjutnya。

Komandan Distrik Militer 0733 / BS Semarang,Letnan Kolonel M Taufik Zega mengatakan pembuatan akses jalan raya difokuskan pada dua lokasi。 Yang pertama berada di lingkungan Dukuh Genteng sepanjang 180米。 Kemudian pembukaan jalan kedua sejauh 150米di Desa Genteng。 Akses jalan yang dibuka menuju areal TPU Sedayu。

Ia menjelaskan akses jalan sebelum dibuka oleh personelnya,dalam kondisi sangat menanjak。 Hal ini membuat truk maupun angkutan barang tidak bisa menuju sampai ke kampung setempat。

Karena jalan sempit dan menanjak,maka ketika membeli material harus melakukan langsiran lantaran barang harus diturunkan di tengah jalan。

Komandan Rayon Militer 07 Gunungpati Mayor Kavileri Triyono menargetkan pembuatan jalan tembus itu kelar 2 Agustus nanti。

Kegiatan yang termasuk dalam program TMMD 2017 dimaksudkan demi meningkatkan kesejahteraan setempat。 “Biar warga dapat membawa hasil kebunnya ke pasar dengan mudah,”kata Triyono。 -Rappler.com