新闻是有分量的

Mahasiswa Unnes:Menristek harusnya ikut mendamaikan,bukan diam

2017年8月3日下午12:29发布
更新时间:2017年8月3日下午12:31

TERANCAM DO。 Dua mahasiswa Unnes,Harist(kanan)dan Julio(kiri)terancam akan dikeluarkan pihak kampus pasca dianggap telah mencemari nama baik Menristek。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

TERANCAM DO。 Dua mahasiswa Unnes,Harist(kanan)dan Julio(kiri)terancam akan dikeluarkan pihak kampus pasca dianggap telah mencemari nama baik Menristek。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Mahasiswa Universitas Negeri三宝垄(Unnes),Julio Belnanda Harianja menyayangkan pernyataan yang disampaikan Menristekdikti Muhammad Nasir mengenai kasus hukumnya。 Seharusnya,Nasir bisa ikut mendamaikan dan tidak menyerahkan semua permasalahan kepada pihak kampus。

“Menurut saya,Pak Menteri juga perlu untuk mengingatkan rektor agar kebebasan berpendapat di dalam kampus tetap terjamin,”ujar Julio melalui pesan pendek kepada Rappler pada Kamis,3 Agustus。

Ia dilaporkan oleh pihak rektorat Unnes karena dianggap telah mencemarkan nama baik kampus。 Itu semua bermula karena Julio dan rekannya,Harist Achmad Mizaki menyerahkan piagam bernada sindiran kepada Nasir。 Hal tersebut membuat rektorat geram。

Mereka semakin kesal,lantaran foto piagam yang seharusnya diserahkan kepada Nasir diunggah ke media sosial。

Julio khawatir sikap diam Nasir justru diterjemahkan oleh publik yang menyoroti kasus itu sebagai sikap pembiaran。 Ujung-ujungnya kampus yang seharusnya menjadi institusi pendidikan untuk menyampaikan ide dan gagasan,justru menjadi dibatasi。

“Rektor-rektor anti kritik juga akan semakin merasa senang karena perbuatannya dianggap benar,”kata mahasiswa Fakultas Hukum itu。

Oleh sebab itu,ia berharap agar Nasir ikut bertindak untuk memastikan tidak ada upaya kriminalisasi terhadap warga kampus yang vokal。

Selesaikan dengan baik

Saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam,Nasir menganggap isu yang tengah dihadapi Julio dan Harist adalah kasus kecil,sehingga dapat diselesaikan dengab baik。

“Wong,masalah kecil kan。 Selesaikan dengan baik,“ujar Nasir pada Selasa kemarin seperti dikutip 。

Mantan Rektor Universitas Diponegoro itu mengaku tidak ingin ikut campur dalam permasalahan internal di kampus Unnes。

“哇,itu urusannya kampus,bukan saya。 Selesai ini,akan saya tanyakan。 Tetapi,saya ingin diselesaikan dengan baik,“katanya lagi。

Ia pun tidak menjelaskan apakah memiliki niat untuk membantu kasus hukum yang tengah dihadapi Julio dan Harist。

Selain terancam hukuman bui,Julio dan Harist juga dihantui sanksi dipecat oleh pihak kampus。 Walaupun,saat ini mereka masih melanjutkan kuliah semester VIII di kampus。 - Rappler.com

BACA JUGA: