新闻是有分量的

Menkum HAM minta Kalapas Batu Nusakambangan dicopot

发布时间2017年8月4日下午5点38分
更新时间2017年8月4日下午5点40分

DICOPOT。 Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jawa Tengah diminta untuk mencoopot Kalapas Batu Nusa Kambangan,Abdul Haris Abdul dianggap lalai dalam memperhatikan pengamanan sehingga seorang napi bisa mengendalikan peredaran 1,2 juta butir pil ekstasi。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

DICOPOT。 Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jawa Tengah diminta untuk mencoopot Kalapas Batu Nusa Kambangan,Abdul Haris Abdul dianggap lalai dalam memperhatikan pengamanan sehingga seorang napi bisa mengendalikan peredaran 1,2 juta butir pil ekstasi。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

SEMARANG,印度尼西亚 - Kepala Lapas Batu dan Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan(KPLP)Nusakambangan dicopot oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah dan Yogyakarta,Ibnu Chuldun。 Pemecatan itu merupakan buntut dari terungkapnya peredaran 1,2 juta pil ekstasi dan dikendalikan oleh seorang napi di dalam lapas。

“Posisi Abdul Haris(Kalapas)diganti oleh saudara dan terhitung mulai tanggal 5 Agustus nanti mulai bertugas sebagai Kalapas Batu,”ujar Ibnu ketika bertemu media di kantornya pada Kamis sore,3 Agustus。

Semula,Abdul Haris akan dikirim ke Lampung atau Bengkulu untuk dipromosikan。 Namun,promosi itu batal karena karena ia ikut dianggap lalai dan membiarkan napi bernama Aseng mengendalikan peredaran jutaan pil ekstasi dari dalam lapas。

“Abdul Haris dipindah jadi staf biasa di salah satu lapas yang ada di Lampung。 Lalu,Tri Bowo(KPLP)dipindah ke Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah untuk dijadikan staf biasa juga,“kata dia。

Posisi Abdul akan diisi oleh Sujonggo,sedangkan Tri Bowo akan digantikan oleh Era Wiharto。

Ibnu menjelaskan walaupun belum banyak terbukti keterlibatan Abdul dan Tri dalam kasus peredaran 1,2 juta pil ekstasi,namun mereka tetap harus bertanggung jawab akibat bobolnya sistem pengamanan yang ketat di Nusa Kambangan。 Kebijakan pencopotan merupakan perintah langsung dari Menkum HAM Yasonna Laoly。

“Maka pada tanggal 2 Agustus kemarin,ketika saya rampung sertijab di Kemenkum HAM Jateng,saya langsung dikontak beberapa pejabat pusat mulai dari Kemenkum HAM,Dirjen Lapas,dan kepala staf khusus serta inspektur wilayah。 Intinya,saya diperintahkan untuk menarik tugas kedua pejabat yang bersangkutan,“katanya lagi。

Ia mengaku sudah mengumpulkan semua pejabat dan pegawainya untuk mengusut tuntas kasus peredaran 1,2 juta pil ekstasi di Lapas Batu。 Aga tak kecolongan lagi,Ibnu mengatakan akan bertolak ke Nusa Kambangan pada hari ini untuk meningkatkan koordinasi antar lintas instansi。

“Kami mengadakan pertemuan di sana dan mencari solusi terbaik serta tepat agar peristiwa seperti ini dapat diantisipasi.Lagipula,Pak Ganjar sangat intensif sekali berkoordinasi dengan kami.Maka,kami akan berusaha sekuat mungkin untuk menyelesaikan kasus itu sampai ke ranah hukum,”kata dia。

Bentuk tim investigasi

Ibnu juga diminta untuk membentuk tim investigasi gabungan pada September mendatang。 Tim terdiri dari personel Polda Jateng,Kemenkumham,BNNP dan BNNK untuk menangkap pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam kasus ini。

“Kami akan bikin rumusan penyelidikan sekaligus memperkuat kerjasama untuk menangani persoalan di Nusakambangan,”tutur dia。

Ia pun meminta dukungan semua pihak untuk memperlancar alih fungsi Lapas Batu。 Selain itu,Kemkum HAM juga akan menambah jumlah petugas lapas。

Ia mengatakan saat ini terdapat 14 ribu kuota jabatan untuk proses penerimaan PNS tahun ini。

“Itu untuk formasi lowongan sipir,”katanya,

Untuk wilayah Jateng,menurutnya hanya dapat kuota 700 orang saja。 Ia menambahkan pegawai baru nanti dibekali pelatihan penanganan bagi tahanan di tiap lapas。

Kemkum HAM telah memperkuat koordinasi dengan Ombudsman untuk menggelar seleksi pegawai secara transparan。 Pihaknya juga meminta BKN untuk memberikan pendampingan dalam proses rekrutmen pegawai lapas。 - Rappler.com