新闻是有分量的

BNPB:Sebaran titik api terus bertambah

发布时间:2017年8月9日上午9:14
更新时间:2017年8月9日上午9:14

Petugas gabungan dari BPBD Tanjungjabung Timur,TNI,Polri dan masyarakat melakukan pendinginan dan pemadaman api yang membakar lahan di Desa Lagan Ulu,Geragai,Tanjungjabung Timur,Jambi,Jumat(4/8)。 FOTO oleh Wahdi Septiawan / ANTARA

Petugas gabungan dari BPBD Tanjungjabung Timur,TNI,Polri dan masyarakat melakukan pendinginan dan pemadaman api yang membakar lahan di Desa Lagan Ulu,Geragai,Tanjungjabung Timur,Jambi,Jumat(4/8)。 FOTO oleh Wahdi Septiawan / ANTARA

印度尼西亚雅加达 - Memasuki musim kemarau,titik-titik api kembali bermunculan di berbagai daerah di Indonesia。 Bahkan,Badan Nasional Penanggulangan Bencana(BNPB)menemukan titik-titik api bermunculan di daerah-daerah baru。

“Jika selama ini kebakaran hutan dan lahan hanya terjadi di Sumatera dan Kalimantan,khususnya di Riau,Jambi,Sumatera Selatan,Kalimantan Barat,Kalimantan Selatan,dan Kalimantan Tengah,namun sejak 2015 kebakaran hutan dan lahan juga secara luas terjadi di tanah Papua,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB lewat keterangan pers pada Senin,7 Agustus lalu。

Hasil analisis penginderaan jauh oleh LAPAN selama 1 Agustus hingga 20 Oktober 2015 menunjukkan luas hutan lahan yang terbakar di Papua mencapai 354.191 hektare。 Mayoritas kebakaran terjadi di Kabupaten Merauke dan Mappi。

Untuk tahun ini,titik api di Papua ada 93 titik; 92 di antaranya berlokasi di Kabupaten Merauke dan satu lainnya di Mamberamo Tengah。 Pantauan satelit mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan akan kembali terjadi di sana。

Perbedaan数据

Meski demikian,Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan(LHK)menyampaikan数据杨伯贝达。 Satelit Terra / Aqua MODIS hanya menemuka tiga titik api di Kabupaten Merauke。

Saat ditanyakan terkait perbedaan data ini,Kasubdit Pencegahan Karhutla KLHK Sunarno mengatakan ada perbedaan standar konversi antar kedua lembaga。 “Hotspot itu kan diambil dari(tingkat kepercayaan)0-100 persen,kalau kita ambil yang(tingkat kepercayaan)80-100 persen,”kata dia di kantor KLHK pada Selasa,8 Agustus 2017。

Karena itu,KLHK sendiri belum memasukkan Papua sebagai titik rawan kebakaran。 Perhatian lebih masih diberikan ke Riau dan Sumatera Selatan yang berpotensi semakin buruk kondisinya。

Untuk pencegahan,KLHK telah melakukan patroli terpadu bekerjasama dengan BPBD serta TNI dan Polri di 3 provinsi。 Terdapat 65 posko di Riau,50 posko di Sumatera Selatan,dan 60 posko di Kalimantan Barat。 Kegiatan serupa akan dilaksanakan juga di 8 provinsi。

Sementara untuk daerah rawan karhutla baru,seperti Merauke,memiliki kendala tersendiri。 “Luasnya hutan dan lahan yang terbakar saat itu sulit dipadamkan karena berada pada daerah-daerah yang sulit dijangkau,”kata dia。

Selain itu,sarana dan prasarana yang ada juga terbatas。 Merauke,lanjut Sutopo,bahkan belum memiliki badan penanggulangan bencana daerah tersendiri。

Terkait keterbatasan ini,Sunarno mengatakan kalau pihaknya masih mengupayakan kerjasama dengan pemda setempat untuk pencegahan。 “Ya kita penguatan kerja sama juga,termasuk dengan TNI-Polri,”kata dia,sembari terus memikirkan solusi pencegahan。

Pembukaan lahan

Penyebab tingginya angka karhutla tahun ini diperkirakan masih sama,yakni pembukaan lahan dengan sistem membakar。 “Untuk penindakan,kami ada dari tahap administrasi hingga sanksi pidana,”kata dia。

Terkait dengan kasus di Papua,Sunarno masih enggan membeberkan penyebab pasti。 Hal tersebut masih didalami oleh lembaganya。

Sementara itu,BNPB mengatakan penyebab utama karhutla di Papua adalah perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi perkebunan。 “Aktivitas ini disertai dengan peningkatan kebakaran hutan dan lahan dalam pembersihan lahan,”kata Sutopo。

Ia mengakui kalau dampak kebakaran di Papua memang tidak separah Sumatera dan Kalimantan yang didominasi lahan gambut。 Namun,keanekaragaman hayati di tanah cendrawasih tersebut harus menjadi perhatian utama。

“Hutan dan keanekaragaman hayati di Papua perlu dipertahankan agar tidak mudah dikonversi menjadi penggunaan lain dan tidak terbakar,”kata dia。 Sutopo juga menginatkan kalau musim kemarau masih terus berlanjut dan akan mencapai puncaknya pada 9月mendatang,dan tentu meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan。 -Rappler.com