新闻是有分量的

Personel Brimob Bali diserang,senjata dan amunisi ikut diambil

2017年8月9日下午2:31发布
2017年8月9日下午2:31更新

DISERANG。 Anggota kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara(TKP)setelah terjadinya penyerangan terhadap anggota Brimob saat bertugas di kawasan Hotel Ayana,Jimbaran,Bali,Selasa,8 Agustus。 Foto oleh Nyoman Budhiana / ANTARA

DISERANG。 Anggota kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara(TKP)setelah terjadinya penyerangan terhadap anggota Brimob saat bertugas di kawasan Hotel Ayana,Jimbaran,Bali,Selasa,8 Agustus。 Foto oleh Nyoman Budhiana / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Personel kepolisian kembali menjadi sasaran teror。 Pada Selasa,8 Agustus anggota Brimob Polda Bali ditemukan pingsan dan senjatanya diambil oleh orang yang tidak dikenal。

Personel polisi yang diketahui bernama Brigadir I Bagus Suda Suwarna ditemukan dalam keadaan pingsan ketika tengah berjaga di Hotel Ayana,Jimbaran,Bali。 Di bagian wajah sebelah kiri ditemukan luka lebam,mata merah,dan muntah darah。 Senjata jenis AK 101,satu magasin berisi tiga peluru hampa,dan 27 peluru karet raib diambil si pelaku。

Pihak kepolisian kini tengah mengejar pelaku。 Mereka mengaku sudah mengetahui ciri-cirinya。

“Kami sudah mengetahui ciri-ciri fisiknya。 Semoga dalam waktu dekat dapat ditangkap,“ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian,Jakarta Selatan pada Rabu,9 Agustus。

Polisi sudah mengambil rekaman kamera CCTV yang dipasang di sekitar hotel yang berada di area Nusa Dua itu。 Tiga pelaku terekam di dalam kamera tengah menganiaya korban pada Selasa kemarin。

“达里迫害CCTV terpantau ada tiga orang。 Yang dua orang naik sepeda motor dan satu orang sendiri,“katanya lagi。

Lalu,apakah motif penyerangan karena terkait serangan teror? Setyo mengaku polisi tidak ingin terburu-buru menyimpulkan。 Kepolisian ingin menangkap pelaku terlebih dulu,baru kemudian bisa dikumpulkan informasi。 Untuk membuat gerak-gerik pelaku lebih sempit,polisi telah memperketat area di perbatasan Bali dengan provinsi lainnya。

“Ciri-ciri(pelaku)sudah ada dan kami kejar terus。 Area perbatasan pun sudah ditutup oleh Polda Bali,“katanya。

Ini menjadi aksi penyerangan ketiga dalam beberapa bulan terakhir kepada personel polisi。 Sebelumnya,seorang pria menusuk dua personel polisi di Masjid Falatehan yang berada di dekat Mabes Polri pada 30 Juni lalu。

Sementara,pada 24 Mei,pelaku teror bom panci menyasar Terminal Kampung Melayu yang diketahui tengah dijaga oleh personel kepolisian。 Mereka tengah memastikan pawai obor berlangsung dengan tertib。 - Rappler.com

BACA JUGA: