新闻是有分量的

Dua mahasiswa Indonesia di Mesir ditahan polisi

发布时间:2017年8月12日下午3:03
2017年8月12日下午3:03更新

DITAHAN。 Dua mahasiswa Indonesia di Mesir ditahan polisi sejak 1 Agustus lalu。 Ilustrasi:拉普勒

DITAHAN。 Dua mahasiswa Indonesia di Mesir ditahan polisi sejak 1 Agustus lalu。 Ilustrasi:拉普勒

雅加达,印度尼西亚 - Dua orang mahasiswa Indonesia di Al-Azhar ditahan oleh otoritas berwenang di Mesir sejak 1 Agustus lalu。 Mereka ditahan karena memasuki kota Samanoud,区域杨dilarang dimasuki oleh warga asing。

Pemerintah Mesir sudah berulang kali menyampaikan agar warga asing tidak menjejakan kaki ke kota tersebut。 Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengonfirmasi jika dua mahasiswa Indonesia telah ditahan oleh otoritas Mesir。 Namun,hingga saat ini pemerintah belum diberikan akses kekonsuleran dan bertemu dengan keduanya。

“KBRI sudah dua kali mengirimkan nota diplomatik untuk meminta akses kekonsuleran dan hingga saat ini kami belum dapat berkomunikasi,”ujar Retno yang ditemui di area Kebon Sirih pada Jumat malam,11 Agustus。

Pada Jumat kemarin,KBRI kembali mengirimkan nota diplomatik yang ditunjukan ke Kejaksaan Agung Mesir agar akses kekonsuleran segera diberikan。 Mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda itu menjelaskan dua mahasiswa itu ditahan di kantor polisi di Agra。 Penyebabnya,diduga karena kedua mahasiswa itu pernah berkunjung ke kota Samanoud。

Pemerintah Mesir mencurigai kedua mahasiswa Indonesia tersebut belajar agama Islam dari ulama beraliran radikal。

“Jadi,sejauh ini pemerintah melakukan berbagai upaya untuk berkomunikasi dengan Pemerintah Mesir dan sebagai sahabat pasti akses kekonsuleran itu akan diberikan,”tutur Retno。

Ia pun berpesan kepada seluruh mahasiswa Indonesia di berbagai belahan dunia khususnya di Mesir agar menghormati hukum dan aturan yang berlaku di negara tersebut。 Tujuannya,agar studi di negara yang bersangkutan bisa rampung dengan lancar。 - Rappler.com