新闻是有分量的

Otoritas AS:Johannes Marliem tewas akibat luka tembak di kepala

2017年8月15日下午6:08发布
2017年8月15日下午6:08更新

BUNUH DIRI。 Otoritas medis dan koroner di Los Angeles memastikan jika Johannes Marliem(kanan)tewas akibat bunuh diri。 Foto diambil dari situs Johannes Marliem

BUNUH DIRI。 Otoritas medis dan koroner di Los Angeles memastikan jika Johannes Marliem(kanan)tewas akibat bunuh diri。 Foto diambil dari situs Johannes Marliem

雅加达,印度尼西亚 - Otoritas berwenang Amerika Serikat akhirnya merilis penyebab kematian Johannes Marliem,salah satsi kunci dalam kasus korupsi KTP Elektronik。 Dari ,Johannes tertulis tewas akibat luka tembak di kepala。

Sementara,juru bicara Coroner洛杉矶郡Rayna Hernandez pada Minggu kemarin mengatakan pria berusia 32 tahun itu tewas karena menembak kepalanya sendiri。 Belum diketahui apa penyebab Johannes melakukan aksi bunuh diri。

Namun,sebelum tewas,kediaman Johannes digeledah oleh petugas Biro Federal Investigasi(FBI)。 Sayang,juru bicara FBI Laura Eimiller mengaku tidak bisa melanjutkan lebih detail alasan rumah Johannes harus digeledah。 Menurut laporan ,hal itu karena surat perintah penggeledahan disegel。

Tim SWAT洛杉矶menemukan Johannes dalam keadaan tidak bernyawa di rumahnya di Beverly Grove pada Kamis dini hari sekitar pukul 02:00。 Sebelumnya,Johannes sempat berupaya mencegah agar polisi tidak masuk ke dalam rumahnya sejak hari Rabu kemarin。 Padahal,di dalam rumah sedang ada seorang perempuan dan anak yang diduga istri dan darah dagingnya。

Tetapi,polisi belum memastikan bahwa dua orang yang sempat berada di dalam rumah adalah keluarga Johannes。

Sementara,akun media sosial milik istri Johannes,Macy Marliem,tertulis doa untuk suaminya。 Macy menulis jika suaminya sebagai sosok yang penuh pengabadian dan bertanggung jawab。

Dalam situs koroner di LA,jasad Johannes tertulis sudah siap untuk diambil oleh keluarga。 Namun,kemungkinan besar jasadnya tidak akan dipulangkan ke Indonesia,karena sejak tahun 2014 lalu,Johannes sudah menjadi Warga Negara Amerika Serikat。

Tidak pengaruhi kasus

Kematian Johannes dianggap dapat mempersulit penyelidikan KPK terhadap kasus mega korupsi KTP Elektronik。 Namun,hal itu dibantah Wakil Ketua KPK Saut Situmorang。

“Tidak ada pengaruh yang meninggal(Johannes Marliem)itu,”ujar Saut yang ditemui pada Minggu kemarin di Cirebon。

Menurutnya,kasus korupsi KTP Elektronik sudah masuk ke tahap penyidikan dan sudah final。 Beberapa tersangka pun sudah ditetapkan oleh lembaga anti rasuah tersebut。

Kesaksian Johannes,menurut Saut,sudah tidak lagi terlalu penting。

Akan menjadi berbeda,katanya,jika penyidik membuka kembali kasus tersebut untuk dilakukan pengembangan。

“Kecuali kita akan kembangkan hal lain,nanti kita lihat apakah almarhum ini punya data apa saja,”kata dia。

Ia mengungkapkan sejauh ini KPK belum mendengar dan melihat secara langsung apa yang disebut sebagai bukti rekaman yang konon mencapai 500 GB tersebut。 Pasalnya,hal itu baru diungkapkan Johannes pada media dan bukan ke KPK。

Namun,Saut tetap berharap bukti yang dimiliki Johannes bisa didapat oleh penyidik。 Sehingga,kasus korupsi KTP Elektronik bisa dikembangkan dan diusut hingga tuntas。 - Rappler.com